Sudut Banjarmasin

Pusat Kota tepatnya Simpang Empat Kantor Pos

Tempat ini menjadi titik temu jika ada kegiatan yang bersifat Pawai, arak-arakan, takbiran, tanglong,. Masyarakat berkumpul di pinggir jalan ini
Kantor Walikota Banjarmasin…..Didepan kantor ini ada taman dan orang-orang pada suka kumpul disini, karena didekat nya ada para penjual jagung bakar yang emh…..enak…..enak……
Nah….disini nih….Taman depan Kantor Walikota,
ada Tempat penyeberangan nya juga loe……
n’tr klo udah aq cobain nyeberang aq taruh juga foto nya di blog ini….

02122008006.jpg Siring picture by Oonk_01Nah ini dia siring, terletak di tengah kota, dekat Masjid Raya Sabilal Muhtadin, tepat nya di depan Masjid deckh…..tempat asik untuk santai sore-sore atau pun buat yang lagi joging di pagi minggu.                                                                                                                                         Siring Sudirman nama nya, karena terdapat di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman Banjarmasin.

Masjid Raya Sabilal Muhtadin, gagah dan keren kan, disini pusat peribadatan umat islam. dengan kata lain,,..

MASJID Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin adalah masjid kebanggan masyarakat Kalsel, lebih khusus warga Banjarmasin. Masjid terbesar di Kalimantan Selatan ini terletak di Jalan Jenderal Sudirman Banjarmasin, tak jauh dari Kantor Gubernur Kalsel.

Masjid ini didirikan di atas tanah seluas 100 ribu meter, di tempat bekas Komplek Asrama Tentara Tatas yang pada zaman kolonial Belanda dikenal dengan sebutan Benteng Tatas.

Untuk diketahui, Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin mulai dibangun pada 10 November 1974 hingga, Oktober 1979.

Nama “Sabilal Muhtadin” dipilih sebagai penghormatan kepada ulama besar Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari (1710-1812 M) yang selama hidupnya memperdalam dan mengembangkan agama islam di Kalimantan Selatan (dahulu Kerajaan Banjar, red). Dimana, Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari adalah penulis kitab Sabilal Muhtadin.

Berdasarkan data yang tertulis di sebuah buku berjudul South Kalimantan (Borneo), disebutkan bahwa bangunan masjid terdiri atas bangunan utama dengan luas 5.250 meter dan lima bangunan menara. Satu dari lima menara itu memiliki tinggi 45 meter. Sementara lainnya, hanya 21 meter.

Salah satu kubah bangunan utama bergaris tengah 38 meter yang terbuat dari aluminium sheet kalcolour berwarna keemasan. Sekeliling masjid dihiasi kaligrafi bertuliskan ayat-ayat Al Qur’an dan Asmaul Husna yang terbuat dari bahan tembaga.


Demikian pula dengan pintu dan jendela yang dihiasi relief ukiran khas Banjar. Namun, tentunya tidak untuk lantai dan dinding masjid. Karena, lantai dan dindingnya terbuat dari marmer.

Sebagai masjid terbesar, Masjid Raya Sabilal Muhtadin seringkali dijadikan sebagai pusat kegiatan keislaman. Hampir setiap harinya ada pengajian.

Namun, pengajian yang paling banyak didatangi jamaah adalah pengajian KH Ahmad Bakeri atau yang lebih akrab dipanggil Guru Bakeri setiap Jum’at malam, serta pengajian Guru Juhdi setiap Kamis malam.

Perlu diketahui, pada Ramadan 1426, 2005 lalu, Masjid Raya Sabilal Muhtadin dijadikan sebagai tempat pelaksanaan peringatan Nuzulul Qur’an yang dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.

Nars109.jpg Jualan yang ada picture by Oonk_01

Pasar Terapung, Pasar tradisional yang konon terbentuk sejak jaman kerajaan,

Pasar terapung ini sudah ada sejak lebih 400 tahun lalu. Dimana, penduduk dari pedalaman membawa hasil bumi atau hasil kerajinannya untuk dijual secara barter dengan barang dari penduduk pesisir dan pedagang-pedagang yang datang ke pasar tersebut. Namun, tentunya itu tradisi dulu. Sekarang, sudah nggak ada lagi yang namanya sistem barter di pasar tersebut.

Nars110.jpg Jukung picture by Oonk_01

Selain dilakukan di atas aliran sungai (perahu, red), kekhasan pasar ini adalah waktu transaksinya yang berkisar dari pukul 05.00 Wita hingga pukul 09.00 Wita. Apabila lewat dari jam tersebut, maka sudah dapat dipastikan bahwa pasar bakal sepi. Karena, setelah pukul 09.00 Wita tersebut, para pedagang akan berpencar, menyusuri sungai-sungai kecil, untuk menjual barang dagangnya ke penduduk yang rumahnya berada di bantaran sungai.

Banyak yang diperjualbelikan. Mulai dari sayur-mayur, bahan kerajinan, buah-buahan, dan banyak yang lainnya. Bagi Anda yang hanya ingin bersantai, Anda pun bisa menikmati secangkir teh atau kopi, plus makanan/ kue khas Banjar, sembari menikmati goyangan ombak yang menerpa klotok Anda. tumpangi.

0001.jpg Duta Mall picture by Oonk_01

02122008016.jpg Duta Mall picture by Oonk_01

Duta Mall……adalah yang terbesar saat ini, semua masyarakat bisa apa saja disini, karena sarana nya lengkap. eh…ada studio 21 nya…..asik buat happy-happy disini.

Masjid Jami Banjarmasin adalah sebuah masjid di kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Di masjid ini terdapat kantor Majelis Ulama Indonesia kota Banjarmasin dan di belakang masjid merupakan pemakaman umum yang juga terdapat Komplek Makam Pangeran Antasari.

Masjid Jami Banjarmasin yang berkonstruksi panggung dan beratap tumpang
Masjid Jami Banjarmasin yang berkonstruksi panggung dan beratap tumpang, merupakan Masjid yang paling lama atau bisa juga disebut Paling tua…..

Pulau Kembang

Pulau Kembang adalah sebuah delta yang terletak di tengah sungai Barito yang termasuk di dalam wilayah administratif kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, provinsi Kalimantan Selatan. Pulau Kembang terletak di sebelah barat Kota Banjarmasin. Pulau Kembang ditetapkan sebagai hutan wisata berdasarkan SK. Mentri Pertanian No. 788/Kptsum12/1976 dengan luas 60 Ha.

Pulau Kembang merupakan habitat bagi kera ekor panjang (monyet) dan beberapa jenis burung. Kawasan pulau Kembang juga merupakan salah satu obyek wisata yang berada di dalam kawasan hutan di Kabupaten Barito Kuala.

Di dalam kawasan hutan wisata ini terdapat altar yang diperuntukkan sebagai tempat meletakkan sesaji bagi ” penjaga” pulau Kembang yang dilambangkan dengan dua buah arca berwujud kera berwarna putih (Hanoman), oleh masyarakat dari etnis Tionghoa – Indonesia yang mempunyai kaul atau nazar tertentu. Seekor kambing jantan yang tanduknya dilapisi emas biasanya dilepaskan ke dalam hutan pulau Kembang apabila sebuah permohonan berhasil atau terkabul.

H. A. Yudhi Wahyuni di Pulau Kembang

Bekantan

2 Tanggapan

  1. sayang bioskop di banjarmasin menurut saya tiketnya kemahalan dibanding kota-jawa jawa.
    mungkin karena lumayan baru ada 21 jd dimanfaatin

  2. Iya Bro….Karena jadi rebutan kalo disini…makanya di naikin….moga ajha nanti jadi murah…harga tiket nya bro

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: